Istimewanya Santri Pondok

News


Banyak para orangtua takut bahkan merasa was-was ketika anaknya masuk ke pondok. Apalagi orang yang belum tau seluk beluk pesantren. Dengan berkembangnya teknologi dan era serba modern ini, memang banyak pilihan lembaga yang bagus, berprestasi, dan unggulan, seolah menjadi jaminan kehidupan yang menjanjikan untuk masa depan.

وعن معاذ بن جبل قال قال رسول الله صلى الله  عليه وسلم: تعلموا العلم فإن تعلمه لله حسنة ودراسته تسبيح والبحث عنه  جهاد وطلبه عبادة وتعليمه صدقة وبذله لأهله قربة والفكر في العلم يعدل  الصيام ومذاكرته تعدل القيام.

Rosulullah ﷺ bersabda:

Pelajarilah ilmu, karena sesungguhnya belajar ilmu karena Allah adalah kebaikan, menderes ilmu bernilai tasbih, membahasnya bernilai jihad, mencarinya adalah ibadah, mengajarkannya bernilai  shodaqoh, menyampaikan ilmu kepada ahlinya bernilai qurbah/ibadah, berfikir  dalam ilmu menandingi ibada puasa, dan mudzakaroh dalam ilmu menandingi  sholat malam.

Kini saatnya membuang keraguan itu. Pesantren kini salah satu pendidikan yang diperhitungkan saat ini. Dan bisa menjadi solusi terbaik. Karena banyak hal yang ternyata hanya ada di pondok pesantren. Berikut beberapa di antaranya:

Pertama

Berkah Kyai

Jika di rumah seorang anak hanya mendapat kasih sayang orang tua saja maka di pesantren para santri akan mendapat kasih sayang dan didikan dari Kyai dan guru ngaji. Betapa tidak, sejak subuh mereka sudah dibangunkan untuk beraktivitas. Mulai bersih-bersih, shalat subuh berjamaah, ngaji, dan makan, minum dsb.

Jika seorang santri melanggar aturan, mereka akan diganjar oleh pengurus keamanan dengan takzir atau hukuman. Ganjaran itu biasanya akan membentuk mental dan karakter lebih baik. Terkadang disuruh membaca 1 juz Alquran dengan berdiri, disuruh menyapu halaman seluruh pondok, menguras kamar mandi, shalat di shaff awal selama sebulan penuh, dan lain-lain.

Tak sampai di situ, kasih sayang kyai juga terlontarkan kepada para santri ketika terlelap tidur. Saat malam sunyi menyelimuti, Kyai bangun untuk shalat tahajjud dan Mujahadah mendoakan seluruh santrinya. Bahkan, sampai sang santri menjadi alumni pun doa beliau tidak akan putus.

Kedua

Sahabat Sepanjang Masa

Orang yang pernah menempuh pendidikan di pesantren pasti ia akan punya banyak sahabat. Berbeda dengan yang hanya menempuh pendidikan di dunia formal, mereka hanya saling kenal sebatas wilayahnya saja dan sekadar teman bukan sahabat erat. Bagaimana tidak, para santri akan berinteraksi satu sama lain selama 24 jam full. Mereka akan makan bersama, mencuci bersama, masak bersama, belajar bersama, sampai tidur pun bersama. Alhasil, suka dan duka mereka alami bersama.

Di samping itu, para santri berasal dari berbagai wilayah di Indonesia. Mereka memiliki budaya, bahasa, serta bentuk fisik yang heterogen sehingga rasa ingin berkenalan dan bersahabat erat akan semakin terjalin. Maka tak heran, ketika mereka sudah keluar pesantren hubungan persahabatan terus berlanjut.

Ketiga

Menjadi Multitalenta

KH M Yusuf Ch Pernah dawuh “Santri Kuwi luwesan” Artinya, para santri kerja apapun pantas, menjadi apapun harus bisa, mampu menjadi apa saja dan berkiprah di mana saja. Hal ini tak lain karena di dalam pesantren mereka digembleng banyak disiplin keilmuan, baik teori maupun praktik. Tak perlu ditanya tentang kemampuan mereka membaca Alquran, memahami kitab kuning, berdialog bahasa Arab, dan berpidato, itu adalah lauk-pauk sehari-hari mereka.

Keempat

Insan Berakhlak Mulia

Pernah mendengar pesantren terlibat aksi tawuran? Atau para santri terjerat kriminal? Pasti tidak. Jika iya, hal itu sangat jarang bahkan langka dari jumlah pesantren dan santri yang ratusan ribu. Ya, di pesantren para santri ditekankan adab, akhlak atau sopan santun. Baik untuk dirinya sendiri, maupun kepada orang lain terlebih kepada yang usianya lebih tua. Bahkan, di pesantren mereka juga dikenalkan dengan ilmu tasawuf yakni adab atau tatakrama seorang hamba kepada Tuhannya dalam beribadah dan kehidupan sehari-hari.

Kelima

Genealogi Keilmuan yang Jelas.

Ini adalah satu hal yang menjadi pembeda antara pesantren dan lembaga pendidikan Islam yang lainnya. Yaitu adanya sanad atau mata rantai guru dan murid sebagai satu kesatuan genealogi keilmuan yang jelas.

Seorang santri akan menerima ijazah sanad tersebut setelah mereka berhasil mengkhatamkan sebuah kitab yang dikaji. Semisal mempelajari Kitab Shahih Bukhari, mereka akan menerima keterangan bahwa sang guru belajar dari gurunya dari guru selanjutnya hingga sampai sang pengarang kitab bahkan hingga Rasulullah ﷺ.

Jadi, tak perlu khawatir santri-santri pesantren tak akan menyebarkan faham sesat, atau terlarang. Mereka memiliki banyak bekal, salah satunya mata rantai tersebut. Kalaupun ada yang sedikit menyimpang, mereka akan segera sadar dan kembali ke khitahnya.

الشعبة السابعة عشرة  طلب العلم

     عن عبد الله بن مسعود قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: من تعلم  بابا من العلم ينتفع به في آخرته ودنياه كان خيرا له من عمر الدنيا سبعة  آلاف سنة صيام نهارها وقيام ليالها مقبولا غير مردود.

Rosulullah  ﷺ bersabda : Barangsiapa yang belajar satu bab dari ilmu kemudian  dimanfaatkan untuk urusan akhirat dan dunianya,maka hal itu lebih baik  dari umur dunia tujuh ribu tahun,siangnya berpuasa dan malamnya  digunakan untuk sholat sunah yang kesemua ibadah itu diterima,tidak  tertolak.

Banyak lagi hal yang lebih bermanfaat saat di pesantren, apa yang perlu di takutkan.

So, tidak ragu lagi kan menyelam di lautan pondok pesantren untuk mengarungi mutiara-mutiaranya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *